![]() | |
| Suasana Pelatihan IMKA UKMU Nafilah bertempat di Audit 1 Kampus 1 UIN Walisongo. Rabu, (25/10/2017). |
Shahafah- Bertempat di Auditorium 1 Lantai 1 Kampus 1 Uin Walisongo Semarang,
UKMU Nafilah adakan pelatihan IMKA. Rabu, (25/10/2017).
Pelatihan
tersebut menghadirkan narasumber Fakhrudin Aziz, salah satu staf PPB yang juga
pembuat soal IMKA. Pria lulusan Al-Azhar University Mesir itu mengatakan
bahwa pelatihan IMKA itu penting.
“IMKA
kan jadi momok menakutkan bagi mahasiswa, karena itu pelatihan IMKA penting.
Kalau boleh jujur ya, dari sekian banyak yang ikut IMKA, yang lulus pada ujian
pertaama hanya sekitar tigapuluh persen,” tuturnya di hadapan peserta
pelatihan.
Muhammad
Ikhwan, mahasiswa semester tiga UIN Walisongo mengatakan bahwa ia mengikuti
pelatihan tersebut karena ingin mengetahui gambaran IMKA. “Alhamdulillah bisa
dapet informasi tentang soal-soal IMKA. Tadi juga ada soal simulasi tes
IMKA-nya, sangat membantu. Menjadi acuan bagi saya untuk lebih mempelajari
soal-soal IMKA,” jelasnya saat diwawancarai usai acara.
Selain
diikuti oleh mahasiswa UIN Walisongo, terdapat satu orang dari masyarakat umum yang juga ikut serta mengikuti pelatihan.
“Saya
dapet info kalau ada semacam pelatihan
bahasa arab di sini. Saya sebenarnya bukan mahasiswa, saya dari umum. Tapi saya
pengen bisa bahasa Arab. Makanya saya ikut,” ungkap Nur Hadi, peserta dari
Manyaran, Semarang.
Dalam
acara yang selesai pukul 13.00 WIB itu, Fakhrudin, di akhir penyampaian materinya
berpesan kepada para mahasiswa yang hendak mengikuti IMKA. “Perkaya mufrodhat
(kosa kata), perdalam jumlah mufidah (kalimat lengkap), membiasakan istima’
(mendengarkan), membasakan membaca teks bahasa Arab, dan belajar pola-pola
terjemah yang baik,” ucap pria yang berasal dari Jepara itu.[s]

Komentar
Posting Komentar