| Sesi foto bersama para pemateri Seminar Bahasa sekaligus senior UKMU Nafilah dengan sebagian anggota UKMU Nafilah |
Shahafah –
Qism Shahafah wa Tarjamah UKMU Nafilah kembali menggelar seminar. Tahun ini,
dengan mengusung tema “Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Kearifan Lokal di UIN
Walisongo; Dari Mana Dimulai dan Mau Dibawa Kemana”, UKMU Nafilah mengadakan An-Nadwah
Al-Lungawiyah (red-seminar bahasa) sebagai upaya untuk membumikan
bahasa Arab di UIN Walisongo. Senin, (23/4/2018).
Bertempat di Audit I
Lantai I Kampus I, seminar tersebut diikuti 168 peserta mahasiswa dari berbagai
fakultas yang ada di UIN Walisongo.
Seminar yang dimulai pukul
09.00 WIB itu mendatangkan dua pemateri, yaitu Mahfudz Shidiq dan Misbah
Khoiruddin Zuhri.
Ahmad Yoga Tamyiz, Ketua
(SC) menjelaskan, pemilihan tema di atas merupakan rekomendasi Mahfud Shidiq,
yang merupakan salah satu pemateri sekaligus senior UKMU Nafilah. Dipilihnya tema
tersebut karena melihat kualitas dan kapasitas mahasiswa UIN Walisongo dalam
penguasaan bahasa Arab berbeda.
| Suasana Seminar Bahasa, di Audit 1 lantaii 1 kampus 1 UIN Walisongo Semarang, Senin, (23/4/2018). |
“Harapannya semua
mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di UIN Walisongo bisa memahami dan
mempraktekkan ilmu dari seminar ini di fakultasnya masing-masing. Syukur-syukur
bisa membuat karangan berbahasa Arab. Bisa juga skripsi-skripsi yang berbahasa
Arab tidak hanya dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan saja, melainkan dari
fakultas lainnya. Karena itu selaras dengan tujuan UKMU Nafilah, yaitu
membumikan bahasa Arab di UIN Walisongo,” jelasnya.
Adapun Rizqi Bidasarandi,
Rais Aam UKMU Nafilah menilai acara
seminar bahasa ini sangat penting sekali.
Komentar
Posting Komentar