Studi Banding bersama UKM El - Markazi
FOTO BERSAMA : 60 Peserta UKMU Nafilah UIN Walisongo Semarang menggelar Studi Banding bersama El Markazi di Universitas Islam Indonesia Jogjakarta, Sabtu (2/3).
STUDI Banding Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas (UKMU) Nadi Walisongo Fi al- Lughah Al- Arabiyyah (NAFILAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berjumlah 60 Peserta di Ruang GKU Sardjito Universitas Islam Indonesia (UII) bersama UKM El Markazi, Sabtu (2/3).
Kala Sabtu pagi yang cerah itu kami bergegas ingin berangkat dari Kampus Satu UIN Walisongo dengan menaiki bus yang bertuliskan kampus UIN tercinta. Armada bis yang digerakkan ada dua bus, diantaranya bus satu berisikan 40 orang dan bus dua yang berisikan 20 orang.
Kami hendak bepergian mulai pukul 07.00 dari Semarang, kemudian melewati jalan tol yang begitu indah pemandangannya. Suhu Udara di pagi hari pun masih kami rasakan. Betapa indahnya lika-liku perjalanan yang kami lewati.
Tak terasa waktu sudah menginjak pukul 11.00 dan kami akhirnya sampai juga di UII Kota Jogjakarta tempat yang dimaksud. Di Ruang GKU Sardjito tepat di depan lapangan bola pun kami disambut dengan gembira.
Para pengurus UKM El Markazi berjajar rapi memberikan ucapan selamat datang dengan memberikan kami sekotak nasi yang berisikan ayam goreng. Kemudian, kami bergegas mengambil posisi tempat duduk sesuai yang diinginkan.
Selang beberapa menit, acara sambutan dari berbagai kegiatan UKM El Markazi pun dimulai. Diantaranya Presiden El Markazi, Auzia Hilmy Muhammad yang menjelaskan spesifik kegiatan di UKM ini.
Presiden El Markazi, Auzia Hilmy Muhammad memaparkan bahwasanya mahasiswa yang ingin masuk UKM ini memang sudah diharuskan memiliki kemampuan dalam berbahasa arab. Kemampuan tersebut harus masuk diseluruh aspek kebahasaan, yakni keterampilan berbicara (kalam), membaca (qira’ah), mendengar (istima’), menulis (kitabah), bahkan tarjamah.
Selanjutnya Ro’iis Amm Nafilah 2019, Fajrur Rahman Hamid mengatakan berbanding terbalik dari UKM El Markazi sendiri. UKMU Nafilah sendiri menerima berapapun mahasiswa UIN Walisongo yang siap dididik dari awal. Mahasiswa tersebut akan diajarkan mulai dasar-dasar terlebih dahulu jika ingin aktif mahir berbahasa arab.
Kemudian di susul Founding Father El Markazi, Saiful Aziz yang menegaskan bahwa mahasiswa yang ikut berperan aktif di dalam UKM El Markazi harus sudah menguasai bahasa arab. Hal tersebut dikarenakan, mahasiswa yang sudah mahir nantinya akan dijadikan delegasi atlit di setiap lomba yang akan digelar.
Diantaranya ada lomba pidato, baca berita, debat, puisi bahkan menyanyi yang keseluruhan itu diaplikasikan menggunakan bahasa arab.
Setelah itu, kami diberikan waktu sesi tanya jawab perihal kegiatan di El Markazi yang belum dipahami. Pihak Presiden El Markazi, Auzia Hilmy Muhammad pun menjawab semua pertanyaan kami dengan jelas dan mudah dipahami.
Tak terasa sudah di penghujung acara, selanjutnya kegiatan studi banding ini ditutup dengan sesi foto bersama. Kami izin mengundurkan diri dari hadapan para pengurus UKM El Markazi dan memulai langkah kembali pulang ke aktivitas semula. (ICHA)

Komentar
Posting Komentar