Lakuna.
Ada dirimu di setiap sudut bumi
Entah mengapa Tuhan menciptakan lakuna
Ketiadaan kepastian, membuatmu
Terisi dengan berbagai pancawarna
Perasaan
Pula gelapnya kesia-siaan
Mencari celah tuk masuk di dalamnya.
Lakuna.
Kekosongan yang bermula dari sungai hatimu
Telah membawamu pada lautan kebimbangan
Hingga aliran kekosongan itu telah benar-benar bermuara
Di lakuna.
Lakuna.
Kau tahu
Matahari, bulan, awan, petir,
Indahnya siang, sampai syahdunya malam
Mencoba merayumu
Dia merayu agar lakuna tak lagi kosong.
Terimalah mereka dengan kekhusyukan.
Yakinlah, lakuna, Tuhan yang menciptakan
Ngaliyan, 9 April 2019
Ada dirimu di setiap sudut bumi
Entah mengapa Tuhan menciptakan lakuna
Ketiadaan kepastian, membuatmu
Terisi dengan berbagai pancawarna
Perasaan
Pula gelapnya kesia-siaan
Mencari celah tuk masuk di dalamnya.
Lakuna.
Kekosongan yang bermula dari sungai hatimu
Telah membawamu pada lautan kebimbangan
Hingga aliran kekosongan itu telah benar-benar bermuara
Di lakuna.
Lakuna.
Kau tahu
Matahari, bulan, awan, petir,
Indahnya siang, sampai syahdunya malam
Mencoba merayumu
Dia merayu agar lakuna tak lagi kosong.
Terimalah mereka dengan kekhusyukan.
Yakinlah, lakuna, Tuhan yang menciptakan
Ngaliyan, 9 April 2019
Komentar
Posting Komentar