Judul Film : “Ajari Aku Islam”
Genre : Religi, Romansa
Tahun : 2019
Production House : RETRO PICTURES and RA PICTURES
Sutradara : Deni Pusung
Presensi : Ahmad
Ketenangan, suatu hal yang selalu diimpikan bagi setiap manusia. Dimana setiap manusia membutuhkan ketenangan untuk menghadapi segala permasalahan yang dialami. Meskipun dalam mencapai ketenangan itu sangat sulit untuk dilakukan. Akan tetapi, ketika ketenangan mampu kita dapatkan maka disitulah ketenangan akan menjadi kekuatan yang tak terduga-duga untuk menyelesaikan permasalahan kita.
Dalam film yang berjudul “Ajari Aku Islam”, terdapatbeberapa figur ternama diantaranya Roger Danuarta(Kenny), Cut Meyriska (Fidya). Kedua tokoh ini berperan sebagai tokoh utama dalam film tersebut.Selain itu ada juga pemeran pendamping dari Miqdad Addausy (Fahri), dan Shinta Naomy ex JKT 48 (Chelsea).
Film ini tidak hanya menceritakan kisah cinta antara Kenny dengan Fidya. Akan tetapi, didalam film ini juga dicampuradukan dengan nuansa religi. Nuansa ini semakin mendalam karena adanya cinta kasih yang terhalang oleh Agama-budaya.
Film yang bernuansa religi dengan balutan kisah percintaan (romansa) ini. Menceritakan kisah nyata yang dialami Jaymes Riyanto,yang sekaligus sebagai produser film. Jaymes Riyanto adalah pemuda asal Medan yang mempunyai kisah cinta sebagaimana yang diutarakan dalam film tersebut. Film ini dilakukan di kota Medan untuk menggambarkan kisah nyata yang dialami oleh Jaymes Riyanto. Lokasi tersebut diantaranya Masjid Raya al-Mashun, Istana Maimoon, Bundaran SIB dan Kesawan Medan.
Dimana sosok Kenny adalah pemuda non-muslim keturunan Tionghoa-Medan. Sedangkan Fidya adalah mahasiswi cantik asal Medan yang beragama Islam.
Pertemuan Kenny dan Fidya, Bermula ketika Fidya dan Shalma sedang melakukan penggalangan dana yang dipadukan dengan jualan barang assesoris UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).
Pada waktu itu, Kenny ditawari gelang assesoris oleh Fidya. Keduanya terlihat melakukan percakapan panjang yang menimbulkan Kenny mempunyai rasa terhadap Fidya. Rasa itu nampak jelas ketika Kenny mengejar Fidya sampai ke Masjid saat hendak melakukan shalat. Selesai dari Masjid, Kenny juga mengikuti Fidya kembali ke tempat penggalangan dana tadi. Disitu akhirnya Kenny membeli semua assesoris yang dibawa oleh Fidya dan Shalma. Kemudian Kenny memberikan gelang assesois tersebutkepada keduanya sembari melakukan perkenalan.
Keesokan harinya, Kenny menjumpai Fidya kembali dengan informasi yang t’lah diberikan oleh teman Fidya yaitu Shalma. Kemudian Fidya terpaksa menjumpai Kenny bersama Shalma.
Fidya yang merasa risih diikuti oleh Kenny, langsung melontarkan pertanyaan : “Abang tau kan kalau aku Islam”, ucap Fidya kepada Kenny. Kenny membalas : “Kalau gitu kenapa kau tidak coba aku untuk jatuh cinta kepada Islam, sama seperti kamu sudah membuat aku jatuh cinta pada kamu”. Mendengar jawaban tersebut membuat Fidya dan shalma terdiam sejenak.
Kemudian Fidya dan Shalma mengajak Kenny ke toko buku untuk mencarikan buku tentang Islam kepada Kenny untuk dibaca. Mengetahui hal itu, Kenny tak mundur sedikit pun dan semakin tertantang untuk melakukannya.
Disaat Fidya mulai mempunyai rasa kepada Kenny. Kekasih Kenny yang bernama Chealsea datang dari Luar Negri ke Medan untuk melakukan pertunangan dengan dirinya. Yang keduanya telah dijodohkan oleh kedua orangtuanya. Begitupun dengan Fahri kekasih lama Fidya yang datangmenjumpai rumah Fidya seusai menuntut ilmu di Turki.
Di emperan Masjid Raya al-Mashun kota Medan. Fidya menanyakan pertanyaan kepada Kenny : “kenapa koko sampai gitu kali sama aku?”. Lalu Kenny menjawab : “kalau kamu pikir, aku mempelajari Islam karena ingin dekat dengan kamu. Kamu Salah.”
Disela-sela percakapan antara Kenny dan Fidya. Kenny menceritakan masa kecilnya dulu ketika masih di jenjang sekolah. Ia merasakan ketenangan saat mendengarkan suara adzan dan merasa bahwa orang yang sedang adzan tidak mempunyai beban sama sekali dalam hidupnya. Pada waktu lain juga, Kenny terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara adzan. Allahu Akbar Allahu Akbar, Allahu Akbar Allahu Akbar.
Begitupun ketika Kenny dikejar oleh beberapa polisi karena pekerjaan yang dia lakukan. Pada Waktu itu juga Kenny selamat dari penangkapan polisi karena sembunyi di Masjid.
Puncak cinta keduanya mengalami konflik ketika Zulham(papanya Fidya) meminta Kenny untuk menemuinya di rumah. Papa Fidya yang notabennya tidak setuju anaknya mencintai laki-laki non-muslim.
Dalam film ini menjelaskan bahwa ketenangan tak bisa diukur oleh kemewahan harta maupun kekuasaan, begitupun juga dengan perbedaan agama-budaya yang tak bisa membatasi ketenangan dan rasa cinta.
Hubungan keluarga pun tak mampu mencapai kebahagiaan hanya dengan mencukupi semua kebutuhan hidup, akan tetapi ketenanganlah yang menjadi kunci dari segala permasalahan dan kebahagiaaan.
Akhmad Eka Wahyuddin
Komentar
Posting Komentar