Visi UKM-U NAFILAH Periode 2025
Menjadi organisasi terdepan untuk mengembangkan pemahaman dan mengasah potensi a'dho melalui penguasaan bahasa Arab dan sastra Arab yang mendalam, sehingga mampu berkontribusi pada pembangunan umat yang berakhlak mulia di era digitalisasi lingkungan yang inklusif dan inspiratif.
Misi UKM-U NAFILAH Periode 2025
- Mendorong Mahasiswa dalam menumbuhkan, dan mengembangkan kompetensi berbahasa arab dengan mengadakan kegiatan yang menunjang kualitas a'dho.
- Menjadi wadah serta wahana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kemahasiswaan dan kebahasaan.
- Memberikan dukungan dan fasilitas bagi mahasiswa terhadap minat bakat, serta membangun karakter sehingga mampu bersaing di skala nasional maupun internasional.
- Merangkul mahasiswa yang ingin mengembangkan potensi diri, serta mengayomi proses penemuan diri mereka.
"مجلس وزراء الإصلاØ"
“Majlis Wuzara’ Al-Islah” berarti Dewan Menteri Pembaruan atau Kabinet Reformasi. Kabinet atau badan eksekutif organisasi ini memiliki fokus utama pada pembaruan, perbaikan, atau reformasi, baik dalam aspek internal maupun eksternal organisasi.
Majlis (مجلس)
Bermakna tempat berkumpul atau dewan. Mencerminkan musyawarah, keterbukaan, dan kolektivitas dalam pengambilan keputusan. Menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan tugas dan mencapai tujuan bersama.
Wuzara’ (وزراء)
Bermakna para menteri atau pemimpin eksekutif. Menunjukkan struktur hierarkis yang memiliki tanggung jawab terhadap tugas spesifik.
Al-Islah (الإصلاØ)
Bermakna perbaikan, pembaruan, atau reformasi. Filosofinya adalah upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas, memperbaiki kesalahan, dan membawa perubahan positif. Kata ini sering digunakan dalam konteks spiritual dan sosial, mencerminkan komitmen untuk membangun masyarakat yang lebih baik, berlandaskan keadilan, moralitas, dan kebenaran.
Makna Holistik
Nama ini melambangkan sebuah kabinet yang dibentuk untuk menghadirkan perubahan fundamental yang bersifat konstruktif. Dengan menggabungkan unsur kolektifitas (Majlis), tanggung jawab kepemimpinan (Wuzara’), dan visi reformasi (Al-Islah), kabinet ini bertujuan untuk:
Mengatasi tantangan organisasi secara progresif.
Mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika dalam kepemimpinan.
Membawa transformasi yang tidak hanya praktis, tetapi juga berdasar pada nilai moral dan spiritual yang luhur.
Mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan etika dalam kepemimpinan.
Membawa transformasi yang tidak hanya praktis, tetapi juga berdasar pada nilai moral dan spiritual yang luhur.
0 Komentar